BLANTERWISDOM101

Tekno Pekan ini: Gadget Serupa tapi Tak Sama,

28 Februari 2021
0
TP: Gadget Serupa tapi Tak Sama

Oy guys. peka ini ada beberapa suguhan dan sneakpeak teknologi dari beberapa brand. Ada yang menghadirkan ide, strategi dan ada pula pengenalan produk. Dari gadget masa depan, improve dan prototype. Dan ada lagi yang lagi ramai soal kelakuan netizen kita, hmm.

Oppo Wireless Air

Setelah sebelumnya Xiaomi memperkenalkan Mi Air Charging, Oppo unjuk kebolehan teknologi serupa yang sedang dikembangkan. Lewat video di kanal YT resminya, Oppo menampakkan teknologi pegisi daya tanpa kabel dan tanpa charging pad. Ponsel dapat terisi dayanya sekitar 7,5W lewat udara.

Terlihat ponsel diangkat dari device utamnya charging dan tetap mendapatkan suplai daya. Ponsel sendiri juga pengembangan ponsel aneh dari Oppo dimana layar dapat mengembang (rollable) kesamping menjadi mode tablet.

Kamera Bawah Layar versi 2.0

ZTE under display 3D

Tahukah agan kamera dibawah layar sudah ada? Yapp ZTE yang memasarkan teknologi ini pertama di ZTE Axon 20 5G. Dari MWC Shaghai, ZTE memperkenalkan peningkatan teknologi kamera.dibawah layar ini. Dari GSMArena, akun resmi ZTE Mobile di Weibo memposting generasi kedua camera under display sudah masa produksi. 

ZTE memberikan peningkatan kerapatan pixel layar tepat diatas kamera menjadi dua kali lipat dari 200ppi ke 400ppi. ZTE juga membeberkan panel layar sudah HRR 120Hz. Sayangnya tidak ada contoh gambar dari kamera dibawah layar ini.

Selain kamera, ini yang menarik, ZTE juga memamerkan prototype 3D Structured Light di bawah layar pertama. Sensor ini nantinya digunakan untuk pendeteksian objek secara 3D yang dapat digunakan untuk kemanan ponsel, AR dan 3D modelling. Yap, bisa jadi bye-bye poni.

1 Inch Sensor Kamera Smartphone

Ilustrasi Sensor Kamera

Ngomong-ngomong soal kamera, bapak dari sensor kamera mobile (atau anak laki-laki :v) Sony memperkenalkan sensor kamera raksasa untuk mobile. Dari Android Authority, sensor berdiagonal 1 inch ini bernama IMX800 akan digunakan pertama oleh Huawei di flagship terbarunya P50 tahun ini. Sayangnya tidak ada detail apa yang baru dari sensor selain ukuran.

Huawei Coba Hijrah ke Auto

Logo Huawei

Soal Huawei (lanjut :v), kabarnya mereka akan mulai hijrah dan memperkenalkan produk mobile di akhir tahun ini. Dari GSMArena, Huawei telah mendesain EV atau Electric Vehicle-nya sendiri. Huawei akan menggandeng Changan Autombile dan beberapa perusahaan auto lain dalam misi ini.

Tak seperti Sony fokus di entertaiment, EV Huawei ini belum diketahui apa yang ditawarkan untuk mengait pasaran nanti.

Laporan Microsoft DIC

Microsoft Digital Index Civility ke 5

Microsoft merilis hasil survei Digital Index Civility, dimana survei ini tentang kampanye penggunaan internet yang lebih aman dan positif. Yap hasil suvei tentang kesopanan pemakai internet di Indonesia paling rendah atau mungkin no 1 paling buruk se-Asia tenggara. Yay nomor 1, hadehh.

Lewat Tekno Kompas, index ini mengukur tingkat kesopanan (mungkin perilaku) pengguna internet di 32 negara seluruh dunia. Indonesia sempat mendapat nilai 76 di laporan terakhir, namun memburuk 8 poin di laporan terbaru ini.

Hmm seharusnya hasil tersebut menjadikan kita memperbaiki diri selalu bijak dan positif dalam penggunaan internet. Menurut DCI, setidaknya ada 3 poin buruk netizen Indonesia. Tentang penyebaran hoax yang masih subur, ujaran kebencian dan diskriminasi.

Setidaknya kita masih bisa berempati dan tolong menolong saat pandemi dan bencana ini dimana naik 11%. Lihat laporan lengkap DIC tahun ke lima disini.


Dikutip dari berbagai sumber

Share This :
Feriansyah


"Remember, the Light is brighter than the Dark"

0 Komentar