BLANTERWISDOM101

Foto Selfie dan KTP, Data Penting yang Harus Dijaga di Era Modern

30 Desember 2020

Oy guys. Tak terasa kita sudah dipengujung perjuangan kita melawan pandemi, akhir tahun 2020. Banyak hal yang kita lewati, perubahan dan hal baru juga kita temukan. Pandemi disisi baiknya mengajarkan kita memanfaatkan teknologi dalam tetap beraktivitas. 

Foto Selfie dan KTP, Data Penting yang Harus Dijaga di Era Modern

Namun untuk tetap aman dalam beraktivitas, kita perlu menjaga data unik yang tidak boleh dimiliki seseorang. Bukan pin atau kata sandi akun namun foto selfie dan KTP.

Suatu contoh dalam bertransaksi online, dalam pembayaran menggunakan fintech (Gopay, Dana, Ovo dll) kadang kita perlu melakukan verifikasi identitas yaitu mengunggah KTP dan foto sefie sambil menunjukkan KTP.

Atau saat membuka suatu rekening bank, pastinya kita memerlukan kartu identitas ini. Karena kini melalui daring untuk meminimalkan pertemuan fisik, foto KTP dan wajah dilakukan juga lewat daring.

Namun data tersebut juga termasuk syarat untuk melakukan pinjaman online sebagai jaminan. Nah apabila data kita (KTP dan Selfiie) dimiliki orang lain, bisa jadi disalahgunakan untuk kepentingan lain yang pasti merugikan pemilik asli identitas.

Seperti kejahatan lainnya, kita perlu waspada dan menjaga diri dan keluarga agar selalu aman dalam bertransaksi di media online. Ada beberapa tips untuk mengamankan data identitas kita sekaligus meminimalkan penipuan berbasis online ini:

1. Hati-hati Memberikan Foto Selfie dan KTP ke Orang lain di chat

Ilustrasi Chat
Ilustrasi Chatting

Kadang dalam melakukan pembelian online, ada orang yang mengaku dari pihak toko meminta mengirimkan data diri (selfie dan KTP). Alasannya biasanya sebagai verifikasi data, pendaftaran member dan sebagainya. 

Bila orang tersebut memulai chat menggunakan akun personal (berupa nomor telp, akun biasa), lebih baik anda menolak dan bila mungkin memilih datang ke toko untuk verifikasi secara fisik.

Dalam verifikasi identitas toko atau perusahaan jarang berbentuk chat, biasanya mereka memilih video call atau langsung dari aplikasi mereka. Bila memang verifikasi dilakukan menggunakan chat, pastikan dahulu kebenaran peminta benar dari toko terkait. Biasanya kontak resmi toko atau WhatsApp bisnis atau sudah ada janjian sebelumnya.

2. Verifikasi menggunakan Video Call

Komunikasi Online Ilustrasi
Video Call Ilustrasi | Gambar oleh pch.vector

Sudah bahas diatas, perusahaan atau toko kadang menggunakan metode video call untuk menverifikasi keaslian identitas konsumen. Tidak hanya mengambil gambar KTP dan selfie wajah secara langsung, perusahaan atau toko bisa berinteraksi langsung kepada konsumen.

Disisi kita konsumen, dalam verifikasi identitas video call pasti ada janjian terlebih dahulu dengan toko atau perusahaan terkait. Yapp namanya video call kita tidak bisa ujug-ujug langsung menerima. Kedua, sama seperti chat, kita pastikan identitas peminta benar, contoh dari CS toko A atau akun toko verifikasi atau lainya (bila sudah ada kesepakatan).

Verifikasi identitas menggunakan video call biasanya singkat dan tentu kita dapat melihat pula karyawan perusahaan atau toko yang bertugas.

3. Pemberian Foto Selfie dan KTP Selalu Lewat Aplikasi Resmi

Transaksi lewat Smartphone
Ilustrasi Penggunaan Aplikasi

Dalam memverifikasi identitas, perusahaan atau toko yang besar biasa menyediakan fitur ini langsung dari aplikasi. Verifikasipun biasanya dilakukan dengan foto langsung bukan upload file foto. Hal ini akan meminimalisir data salah kirim ke pihak penipu dan mengurangi waktu dalam verifikasi video call.

4. Selalu waspada

Pencuri Data
Ilustrasi Pencuri Data

Kita tidak tau tipu daya baru apa yang bisa jadi dilakukan pihak penipu. Intinya kita tetap waspada tidak mengirimkan identitas ini (foto KTP dan selfie) kepada seseorang yang tidak kita percayai. Bila perlu cek juga apakah layanan juga terdaftar dalam OJK atau Otoritas Jasa Keuangan agar kita dalam perlindungan hukum

Akhir kata

Teknologi memang membuat kemudahan dalam melakukan sesuatu. Teknologi juga membantu kita menghadapi situasi genting contoh pandemi saat ini. Transaksi secara online memudahkan kita untuk membeli barang yang kita inginkan dan membuka kesepatan UMKM mendapatkan order dari luar daerah sekalipun.

Namun tetap kejahatan selalu bisa terjadi, kewaspadaan dan selalu mempelajari hal baru juga penting untuk menjaga diri sendiri dan keluarga aman saat bertransaksi. Ok sekian artikel kali ini, kekurangannya mohon maaf. Share apabila bermanfaat.


Matur nuwun

Share This :
Feriansyah


"Remember, the Light is brighter than the Dark"

0 komentar