BLANTERWISDOM101

e-Sport, Level Terbaru Bermain Game Di Dunia Anak

19 November 2018
Hai semua, kali ini saya akan membahas artikel spesial untuk orang tua dalam membuka wawasan dunia digital saat ini. Game? e-Sport? mungkin anda pernah dengar dari anak - anak  jaman sekarang.

Lantas apakah arti semua itu?

e-Sport

Sebagai orang tua di jaman serba cepat ini tentu kebanyakan kita telah memberi anak - anak kita sebuah gad jet atau HP sentuh dan apalah namanya :v Ya mungkin memang tidak bisa dihindari karna memang tak sedikit tugas - tugas persekolahan sudah memanfaatkan perangkat ini.

Namun kadang dapat mengundang kejelekan alias mudharat dari perangkat pintar ini. Game, hal biasa di anak - anak sekarang apalagi laki-laki. Selain mengurangi waktu belajar, juga mengurangi waktu bersama keluarga, jarang beraktifitas fisik dan lain sebagainya.

Saat di beritahu mungkin anak pernah menjawab "Biar bisa jadi atlet e-Sport pro bu'e!" Atlet?

Singkatnya e-Sport lahir karena adanya kompetisi di dalam game tersebut. Dimana ada kompetisi pasti ada hadiah yang perebutkan. Nah karena itu, banyak yang ingin jadi atlet e-Sport.

Di luar sana sudah terlahir tim - tim e-Sport profesional dimana menjadi penyemangat pemain game lain. Dan untuk sekilas info, e-Sport pernah menjadi cabang olahraga Asian Games beberapa waktu lalu.

Aktiftas atlet e-Sport ini adalah bermain game. Yap, aktifitas yang sangat digemari kaum muda jaman sekarang. Walaupun memang game yang diuji dapat mengasah strategi, namun tetap Game adalah Game dimana tetap ada efek samping apalagi dilakukan oleh anak - anak. Diantaranya yang kami rangkum berikut:

1. Waktu yang lupa - lupa - lupa

Gambar hanya ilustrasi

Sama seperti atlet olahraga, untuk dapat menjadi yang terbaik atlet selalu giat latihan. Nah tak terkecuali ini, karena e-Sport aktifitasnya adalah bermain game, jadi para atletnya selalu mengasah diri untuk jadi yang terbaik dengan cara bermain gamenya. Jadi bila anak anda pingin jadi atlet, tetap batasi "latihan" alias main gamenya sehari - hari.

Perlu diberitahu, game dalam e-Sport ini biasanya berlangsung lama per permainan dan tidak ada tombol pause.

2. Lupa Dunia

Gambar hanya ilustrasi

Yap seperti dunia maya, di dalam game juga seperti masuk ke dunia lain. Tak heran jika si anak kadang lupa mandi, lupa PR, lupa waktu ibadah, lupa segalanya. Herannya makan dan nge-charge HPnya tidak lupa wkwkwk

3. Kuota Internet

Ini paling kelihatan biasanya. Kuota intenet si anak biasa cepat habis. Sebenarnya dalam permainan game tersebut tak banyak menghabiskan kuota (kata temen saya :v) tapi kalau anak nonton video tutorial nge-gamenya di YuTub? Nah ya itu....

Gambar hanya ilustrasi

4. Attitude terancam

Seperti di lingkungan baru dimana banyak orang - orang asing berkumpul. Dalam game tersebut, para pemain bisa berkomunikasi layaknya chatting dan telp. Anak mungkin saja dapat berkomunikasi atau mendengar percakapan saat game berlangsung. Kembali keatas lagi, karena e-Sport digemari seluruh gamer baik muda, agak muda, ataupun dewasa di seluruh dunia, mungkin banyak bahasa yang tentu tak pantas untuk anak.

5. Permintaan uang jajan

Gambar hanya ilustrasi

Sebagai atlet tentu ada alat dan tool terbaik yang bisa digunakan. Di e-Sport juga sama, sekarang banyak game yang meminta bayaran uang asli bila pemain ingin menggunakan suatu alat atau tool tambahan. Tentu tool ini membantu pemain dalam bermain, tapi... uang jajan bisa saja bertambah.

Sekilas info, bayaran uang asli ini juga dapat dibayarkan lewat pulsa. Jadi...

Dari efek diatas tentu sebagai orang tua telah banyak trik yang sudah diketahui dan diterapkan. Dari pembatasan main HP, kuota internet dibatasi dan lain sebagainya. Dan (jika belum tahu) ada pemanfaatan fungsi dari Android itu sendiri dalam membantu menjaga anak dari hal tersebut. Insyaallah update dilain waktu :v

Kesimpulan

Di dunia sekarang mendatangkan hal yang tidak terduga, contohnya terlahir profesi e-Sport dari bermain game. Ya e-Sport memang menarik untuk pencinta game atau gamers, namun akan mendatangkan efek untuk anak - anak kita apalagi masih seusia sekolah. Kita ditantang jaman harus bijak dan siap dalam melindungi anak - anak kita untuk masa depannya, masa depan Indonesia

Terima kasih telah mampir, share bila bermanfaat dan komen bila ada pertanyaan. Semua kesalahan mohon dimaafkan dan..


Stay positif!
Share This :
Feriansyah


"Remember, the Light is brighter than the Dark"

0 komentar